Tampilkan postingan dengan label Asmaraloka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asmaraloka. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 September 2015 |

Pacaran Islami

Pacaran identik dengan hubungan terlarang yang melanggar norma agama dan kebanyakan masyarakat. Mayoritas beranggapan bahwa pacaran adalah hubungan cinta pra nikah dimana sering dilakukan oleh para remaja dalam masa-masa pubernya. Benarkah pacaran mutlak dilarang? Jangan-jangan kita mempunyai persepsi berbeda tentang pacaran.

Kata “pacar” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih. Berpacaran berarti bercintaan, berkasih-kasihan. Akan tetapi, perkembangan zaman telah menggeser pengertian ini sehingga terlanjur salah kaprah. Tak jauh berbeda dengan kata ta’jil yang jamak dipahami sebagai makanan ringan untuk buka puasa, padahal makna sebenarnya ialah bersegera dalam berbuka puasa.
Senin, 07 September 2015 |

Menikahi Orang yang Dicintai atau Mencintai Orang yang Dinikahi?


Ada satu kondisi yang kerap terjadi pada wanita, dimana ia hendak dijodohkan dengan lelaki pilihan orang tuanya. Bagi wanita yang lagi jomblo mungkin tidak begitu menjadi perkara besar, bahkan boleh jadi ia senang dengan tawaran itu. Beda halnya dengan seorang wanita yang lagi menjalin hubungan asmara dengan laki-laki lain. Ia akan dihadapkan pada 2 pilihan antara memperjuangkan cintanya atau menuruti keputusan orang tuanya.
Senin, 23 Maret 2015 |

Putus Cinta & Move On

Setiap orang yang putus cinta pasti merasa sakit, sebagaimana orang berpuasa yang pasti merasa lapar dan haus. Jika tidak merasa sakit, jelas itu bukan cinta. Akan tetapi, setiap orang cenderung berbeda dalam menyikapi perasaan tersebut. Sebagian ada yang uring-uringan meratap, menangis, dan ada pula yang mampu mengondisikan diri.

Pemuda yang termasuk dalam kategori terakhir di atas, ia tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti lazimnya, bahkan menambah kesibukannya karena waktu yang biasa diluangkan bersamanya sudah tiada lagi, kendati tak dipungkiri dalam perasaannya ada gejolak hebat yang mengusik. Anehnya, pemuda yang berkarakter seperti ini seringkali dipandang sebagai pecinta yang tidak punya perasaan, sebab (secara kasat mata) putus cinta tak mengubah apapun dalam kehidupannya. Padahal ia bukanlah orang yang tak punya perasaan, hanya saja ia mampu berada di atas perasaannya.
Instagram