Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Maret 2015 |

Si Alay & Si Siap

“Si alay si siap”. Begitulah teman-teman menyebutnya. Keterkaitan nama dengan isi permainan tampaknya tak terlalu menjadi perhatian. Mungkin nama ini warisan generasi ke generasi, tanpa ada sedikitpun reformasi. Si alay si siap adalah permainan yang bermanfaat untuk mengasah wawasan tentang pengetahuan umum, khususnya yang berkaitan dengan nama. Permainan ini tidak bisa dilakukan sendirian, minimal kudu ada 2 orang pemain. Lebih banyak lebih seru. Sebelum memulai, para pemain terlebih dahulu harus menentukan satu tema yang dipilih. Entah itu nama binatang, negara, orang, dan lain sebagainya.
Sabtu, 10 April 2010 |

Olahraga

Olahraga sangat penting bagi kesehatan jasmani. Dalam catatan sejarah, Rasulullah  amat menyenangi kegiatan fisik ini. Diceritakan bahwa beliau  sering adu gulat bersama sahabat ‘Umar ibn Khattab radiyallahu 'anhuma dan beliau  menjadi pemenangnya. Padahal ‘Umar dikenal sebagai salah satu sahabat berwatak keras dan agresif dalam pertempuran. Dalam Hadits lain juga disebutkan, seorang mu'min yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah dari mu'min yang lemah. Adalah 'Umar ibn Khattab dalam sebuah Atsar pernah menulis ke penduduk Syam yang berbunyi, "Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan berkuda. Jelaslah bahwa tidak hanya praktisi kesehatan yang menganjurkan manusia untuk berolahraga, hatta Islam pun juga memerintah generasinya berolahraga, melihat manfaat dan terjaganya kesehatan yang didapat.
Senin, 10 Agustus 2009 |

Catur


Selain bermain gitar, aku kerap menghabiskan waktu di rumah dengan bermain catur. Menurutku, bermain catur itu asyik sekaligus. Asyik tatkala sudah menemukan taktik-taktik yang sangat jitu untuk mengalahkan lawan. Namun, pikiran jadi tegang apabila sudah berada dalam detik-detik kekalahan. Dalam suasana tegang seperti ini, pemain harus bisa bertahan dengan mengandalkan perwira-perwira seadanya.
Jumat, 31 Juli 2009 |

Belajar Gitar

Keinginan itu muncul ketika melilhat teman-teman bermain gitar. Alunan lagu yang indah nan syahdu serta bunyi petikan gitar yang menghiasinya membuatku membenarkan pernyataan bahwa musik adalah mata bagi telinga.

Aku sangat optimis untuk belajar gitar. Kelihatannya tidak begitu sulit, selain juga ada paman seniman yang kiranya bisa menjadi fasilitator. Animo belajar gitar terus menggebu walau tetap sadar bahwa aku sendiri belum memiliki gitar.

Aku mengutarakan keinginanku ini pada Emba tersebab aku yakin Emba akan menyampaikannya pada Pak Amenk, pamanku yang seniman itu. Besar harapan, beliau mendukung apalagi sampai memfasilitasi.

Ternyata usahaku kemarin membuahkan hasil. Besok malamnya, Pak Amenk datang ke rumah dengan membawa sebuah gitar akustik yang itu pasti untukku. Setelah memberikan gitar itu, Pak Amenk mengajarkanku Accord/Grive dasar pada gitar seperti Am, C, Dm, Em.
Instagram